Rabu, 27 Januari 2010

gedung balai kota bandung



Atas rancangan arsitek E. H. de Roo, gedung Balai Kota dibangun dengan gaya Amerika dengan ciri khas atap bangunan dibuat dengan kemiringan landai. Namun kemudian, pada tahun 1935 bangunan Balai Kota mengalam perluasan. Atas rancangan lagi E. H. de Ro, dibangunlah gedung baru dibelakangnya yang menghadap taman  Pieter Sijthoffpark yang sekarang namanya menjadi Taman Dewi Sartika dengan gaya yang lebih modern yang terkenal dengan gaya art deco.

Bangunan berbentuk persegi panjang dengan atap datar membuat masyarakat Bandung waktu itu menyebutnya dengan nama Gedong Papak.

Keaslian bentuk Gedung Balai Kota Bandung dari awal pembuatannya masih terjaga hingga sekarang. Belum terjadi perubahan sedikit pun pada bangunan aslinya kecuali terdapat dua gedung baru di kiri dan kanan gedung yang dibangun pada tahun 1980-an sebagai penunjang fungsi kantor pusat pemerintahan. Bahkan bangunan baru ini sempat mendapat penghargaan dari Aga Khan Foundation karena karya arsitekturnya dianggap berhasil memadukan bangunan lama dengan bangunan baru di sekitar komplek tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
footer